Entry: anger management Saturday, October 11, 2008



Dalam perjalanan pulang kemarin saya melihat spanduk yang…umm…bukan chop chop chop sih, hanya sedikit tergelitik saja (hoh?)

"Sudahkah anda lebih sabar dan ikhlas setelah sebulan berpuasa?"

Setelah belasan tahun berpuasa, seharusnya level saya sekarang lebih tinggi lagi dari sekedar mempuasakan saluran gastrointestinal. Seharusnya juga mempuasakan hati dan tingkah laku. Seharusnya bisa meredam amarah yang muncul sewaktu-waktu. Secara saya suka berubah wujud jadi monster saat PMS (ah, tapi sebenarnya saya selalu menyalahkan hormon kalau mood jelek muncul. Tanggal berapapun itu)
 
Seharusnya

Umm…

Memangnya amarah beneran bisa diredam, ya?
Sampai sekarang saya baru bisa sampai di tahap memendam amarah. Yang mana itu jauh berbeda dengan meredam amarah. Saat diredam, amarah itu akan benar-benar hilang. Sementara saat dipendam, amarah itu tidak pergi. Hanya diam bertengger di dalam hati, meskipun kita bersikap seperti baik-baik saja. Padahal seharusnya energi negatif seperti itu jangan disimpan di dalam pikiran.

Seharusnya

Sampai mana tadi?

Well, level saya masih jauh di bawah Pak Polisi Budi di iklan Sampoerna edisi bulan puasa yang masi bisa tersenyum dengan SUABARR, bahkan setelah ada pengendara motor pato yang hampir menabrak dia. Mungkin kalau cuma tersenyum seperti itu saya juga bisa. Tetapi saya kok tidak yakin kalau hati saya akan ikut tersenyum juga (salut deh sama Bapak Budi).
Inhale
Exhale
Berlatih kesabaran memang bukan hal yang mudah buat saya. Dalam latihan selama sebulan kemarin saja, saya beberapa kali gagal juga. Waaahhh…saya memang bukan orang yang terlalu penyabar *sedih*
Dalam ujian yang sesungguhnya nanti, 11 bulan ke depan, semoga saya semakin bisa mengontrol diri. Mengubah yang negatif menjadi positif. Mengubah ulat menjadi kupu-kupu. Mengubah kelinci menjadi…

   0 comments

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments